Kamis, 17 April 2014

Ridha Itu Bukan Pasrah



Ridha itu bukan Pasrah
------------------
Kehidupan yang kita alami ada yang mengatur dan menetapkan, Allah tentu yang mengatur semuanya.
Ridha Allah kepada umatNya adalah berupa tambahan kenikmatan, kasih dan sayangNya, dan ditinggikan derajat kemuliaannya. Ridha seorang hamba kepada Allah berarti menerima dengan sepenuh hati aturan dan ketetapan Allah. Menerima aturan Allah ialah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun menerima ketetapannya adalah dengan cara bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika mendapat musibah.

Allah berfirman, ''Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.'' (QS 13: 11).

Hal ini berarti ridha menuntut adanya usaha aktif. Berbeda dengan pasrah, sikap menerima kenyataan begitu saja tanpa ada usaha untuk mengubahnya. Walaupun di dalam ridha terdapat makna yang hampir sama dengan pasrah yaitu menerima dengan lapang dada suatu perkara, namun di sana dituntut adanya usaha untuk mencapai suatu target yang diinginkan atau mengubah kondisi yang ada sekiranya itu perkara yang pahit. Karena ridha terhadap aturan Allah seperti sakit adalah dengan berusaha mencari takdir Allah yang lain, yaitu berobat. Seperti yang dilakukan Khalifah Umar bin Khathab ketika ia lari mencari tempat berteduh dari hujan deras yang turun ketika itu. Ia ditanya, ''Mengapa engkau lari dari takdir Allah, wahai Umar?'' Umar menjawab, ''Saya lari dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain.''

Ridha mengajak kita untuk optimis. Optimis dan yakin kita bisa menjadi lebih baik.
Jadikan akhir tahun ini untuk merefleksikan apa-apa yang sudah kita lakukan dan kita perbuat , sehingga menghadapi tahun yang akan datang bisa lebih banyak menuai manfaat.Amiin.


Wallahu a'lam.

Reaksi:

0 komentar: